Minggu, 29 Mei 2011
tulisan Huda Rabbani (putra ustajah Yoyoh)
Pengen menunaikan janji utk kultwit ttg nyokap dengan hashtag #BundaYoyoh :)
Bertepatan dgn seminggu kepergiannya ini, scr umum saya akan kultiwt ttg tanda2 sblm beliau meninggal, kronologis, dan prosesi pmkmnnya Smg bs menjawab bbrp hal dan meluruskan apa yg krg benar. Selamat menyimak.. Pertama, mengenai beberapa pertanda yg tdk biasa dr #BundaYoyoh sblm kepergiannya
1. #Tanda1: Sebulan yg lalu, tdk biasanya Ummi mandi di kantor dan mengenakan minyak wangi byk2 #BundaYoyoh
2. Lalu Ummi nyeletuk ke asprinya di DPR (Mb Effie): "Fie, kyny sbntr lg aku meninggal deh. Mkny aku bersih2. Siap2 ktm Allah" #BundaYoyoh
3. Mbak Effie hny menyahut: "Masa sih bu?" Menganggap itu hny candaan #BundaYoyoh
4. #Tanda2 Setahun belakangan, Ummi jg sering tiba2 bilang ke Abi: "Bi, abi siap gak kalo Ummi nanti meninggal?" Abi diam #BundaYoyoh
5. Lalu lanjut Ummi: "Kalau Ummi Insya Allah siap. Tapi gmn dengan Abi dan anak2?" #BundaYoyoh
6. #Tanda 3: Bbrp hari sblm kejadian, di rumah Mak Haji (nenek saya, ibunya Ummi) di Tangerang yg skrg jd tmpt ummi dimakamkan #BundaYoyoh
7. Tdk biasanya didatangi sgerombolan burung2 kecil. Org2 heran&bertanya ke Mak Haji: "Mak, akhir2 ini knp byk bgt burung ya..?" #BundaYoyoh
8. Mak Haji jawab, "Iya nih..Kalo kata org dulu sih, tandanya bakal ada org besar yg meninggal" :) #BundaYoyoh
9. #Tanda4: Tgl 17 Mei 2011, Ummi sempat merekam satu video nasehat utk ditayangkan di suatu acara #BundaYoyoh
10. Tdk disangka, video yg tanpa skrip itu merupakan rekaman trkhr Ummi semasa hidup #BundaYoyoh
11. Dan di akhir nasehatnya Ummi bilang: "Insya Allah kita akan bertemu di syurga" :) #BundaYoyoh
12. Video perpisahan trsbt dpt disaksikan disini http://bit.ly/j10X35 #BundaYoyoh
13. #Tanda5: Tgl 18 Mei 2011,sy&kakak2 sy yg tertua tiba2 dpt email(trkhr)dr Ummi pkl 08:31 WIB dgn sub: Nasehat utk Sang Putera #BundaYoyoh
14. Email tsb brisi wasiat2/nasehat2 panduan hidup yg sgt mnyntuh. Abg sy @aizzajundana mempostnya disini -> http://bit.ly/mdJ1Xr #BundaYoyoh
15. #Tanda6: Ummi smpt memesan ke asprinya ratusan box snack utk 'acara' hr Sabtu 21 Mei pkl 10:00 WIB #BundaYoyoh
16. Ketika belakangan dicek, kt sadar bhw Ummi sdg ga pny agenda jam segitu. Dan blkgn jg kita sm2 tahu #BundaYoyoh
17. Bahwa Sabtu 21 Mei pkl 10:00 WIB kmrn itu adalah saat jenazah Ummi tiba di tmpt persemayaman (Kalibata) #BundaYoyoh
18. Sehingga akhrnya snack itu digunakan utk konsumsi para pelayat #BundaYoyoh
19. #Tanda7: Ketika di Magelang, 2 hr sblm kecelakaan, keluarga disana mencoba utk mengabadikan foto Ummi sendirian #BundaYoyoh
20. Namun entah knp ketika sdh dipotret hasilnya gagal/tdk terpotret. Hanya ada sekelebatan putih tanpa wajah Ummi #BundaYoyoh
21. Itu terjadi 4x berturut2. Pdhl ktika memotret anggota keluarga yg lain selalu brhsl. Bgitu jg ktk Ummi dipotret tdk sndirian #BundaYoyoh
22. #Tanda8: Bbrp org yg bertemu Ummi 1-2 hr sblm kecelakaan trjd, mmbrikan testimoni bhw mrk melihat Ummi menjadi bgitu berbeda #BundaYoyoh
23. Jadi lbh byk senyum, lbh byk bercanda, terlihat spt lebih awet muda. Ada yg blg Ummi spt berusia 30 thn pdhl usianya 48 thn #BundaYoyoh
24. Dan trdpt bbrp tanda2 lainnya yg bs di-share lain kali, blm semua narasumber cerita jg soalnya :) #BundaYoyoh
Skrg masuk ke bagian kronologi kejadian
25. Ummi brgkt ke Yogya Rabu, 18 Mei 2011 utk menghadiri wisuda @bangumar, abang saya, anak pertama #BundaYoyoh
26. Sengaja melalui perjalanan darat krn ingin silaturrahmi ke Magelang, rmh Eyang Gatot. Kakeknya Abi & mnghdr prnkhn khadimah. #BundaYoyoh
27. Rombongan trdr dr 2 mbl. Mbl Innova hitam trdiri dr Abi,Ummi,Umar (putra1), Sholah (5), Ayyasy (8), KongBun&Hanafi (driver) #BundaYoyoh
28. Stlh wisuda, rombongan smpt ke Magelang silaturrahmi dan mlnjtkn ke pernikahan mbak di rmh yg menikah di blgn Jabar #BundaYoyoh
29. Akhirnya prjlnn dilanjutkan menuju Jakarta melalui tol Palikanci, Cirebon tsb #BundaYoyoh
30. Pada Sabtu dinihari sktr pkl 2, mendadak Pak Hanafi mengantuk, adik saya yg nmr 5 (Sholah) berinisiatif menggantikan #BundaYoyoh
31. Posisi duduknya saat itu adik saya menyetir, disblhnya (dpn kanan) Pak Hanafi. Di tengah kiri Ummi, di tengah kanan Abi #BundaYoyoh
32. Sementara di blkg (dari ki-ka) Ayyasy, Umar, dan Kong Bun #BundaYoyoh
33. Ummi mmg selalu duduk di kursi tengah bagian kiri setiap naik mobil. Itu lokasi favoritnya #BundaYoyoh
34. Di pojok yg sama pula Ummi selalu tilawah/muraja'ah hafalan Qur'annya setiap naik mobil #BundaYoyoh
35. Pada saat kejadian, Ummi mmg tdk mengenakan seatbelt. Abi yg biasa mengingatkan jg lupa mengingatkan Ummi #BundaYoyoh
36. Mobil melaju kencang dgn kecepatan konsisten 120 km/jam, seisi mobil tidur kecuali adik saya yg menyetir #BundaYoyoh
37. Tiba di tikungan tajam lokasi kejadian, adik saya yg sdg tdk dlm kondisi mengantuk mendadak krg antisipastif di tikungan tsb #BundaYoyoh
38. Salah persepsi krn dikira hanya tikungan biasa, bukan tikungan tajam #BundaYoyoh
39. Di tambah saat itu penerangan redup, shingga mata mnjd kurang jeli #BundaYoyoh
40. Karena kaget dan reflek ingin melakukan penyelamatan agar mobil tdk terbalik, adik sy smpt membanting setir #BundaYoyoh
41. Namun tetap kecelakaan tdk bs dihindari, sehingga mobil menabrak pembatas jalan (beton) yg mengenai mobil bag. kiri #BundaYoyoh
42. Tabrakan trjd sgt hebat dan keras, kontan seisi mobil terbangun. Warga berteriak kaget & berduyun dtg #BundaYoyoh
43. Dlm keadaan tsb, sktr 5 menit pertama seisi mobil shock. Kong Bun yg ada di blkg Abi mendadak sdh di tgh #BundaYoyoh
44. Seisi mobil sesak nafas dan tdk tahu hrs berbuat apa. Sholah yg menyetir lgsg buka pintu. Kondisinya tdk knp2 #BundaYoyoh
45. Ia tdk luka sdktpun. Yang lain jg blm merasakan dampak apa2, msh diliputi rasa shock #BundaYoyoh
46. Ummi yg saat itu di tgh bagian kiri mengalami dampak yg plg kuat. Beliau terbentur bagian dpn mobil dgn posisi kepala lgsg #BundaYoyoh
47. Ditambah trdpt dorongan dr blkg,jok lepas shgg dia jatuh tersungkur. Stlh kcelakaan abi smpt membenahi posisinya kmbl ke jok #BundaYoyoh
48. Namun di dahi Ummi sdh mengucur darah, Abi menduga itu hny luka biasa. Nmn sbnrnya kmgknn Ummi tgh mengalami pendarahan #BundaYoyoh
49. Smntr warga yg berduyun2 mencoba mencari pertolongan, dan mencoba membuka pintu disisi ummi dgn linggis dsb #BundaYoyoh
50. Dalam keadaan spt itu, Ummi msh dlm keadaan sadar dan mengabsen anak2nya satu persatu. "Sholah mana? Masih hidup ga?" Dll #BundaYoyoh
51. Ia mengira kondisi yg lain lbh parah dari dirinya. #BundaYoyoh
52. Kemudian tiba2 Ummi smpt mnjd 'agak emosional' dan bilang: "Aduh dada Ummi sakit. Rasanya spt mau meninggal" #BundaYoyoh
53. Kontan Abi & seisi mobil mengingatkan: "Istighfar mi". Umi berucap "Astaghfirullahaladzim" #BundaYoyoh
54. Ummi tiba2 juga berucap: "Abi, Ummi sedang sakaratul maut". Abi dan seisi mobil krg percaya nmun bilang "Nyebut mi..." #BundaYoyoh
55. Lalu Ummi berucap "Asyhadu anlaa ila hailallah wa asyhadu anna muhammadar rasulullah" dgn lancar #BundaYoyoh
56. (Di titik ini kami lega krn trnyt Ummi telah mengucap syahadat) #BundaYoyoh
57. Trs berulang. Menunggu ambulans datang, Ummi senantiasa menyender di bahu Abi dgn trs berdzikir #BundaYoyoh
58. Ambulans pun datang. Semua yg terluka dibawa masuk terlebih dahulu #BundaYoyoh
59. Dalam perjalanan Ummi sdh dlm keadaan tenang tnp suara, yg lain beristirahat. #BundaYoyoh
60. Namun adik saya yg nomor 8 (Ayyasy) sempat melihat tiba2 dengkul Ummi terangkat dgn sendirinya sebanyak 2x #BundaYoyoh
61. Pada saat itulah kmgknn malaikat pencabut nyawa sdg melaksanakan tugasnya #BundaYoyoh
62. Ketika Sholah dan Pak Hanafi yg belakangan menyusul tiba di RS, jasad Ummi sdh ditutup kain seluruhnya #BundaYoyoh
63. Ummi ternyata telah wafat, menghembuskan nafasnya yg trkhr sktr pkl 03:30 WIB di RS Mitra Plumbon Cirebon #BundaYoyoh
64. Innalillahi wa inna ilaihi raajiun. Umi tlh wafat. Sontak keluarga menangis & mengabari smw pihak utk mengurus pemakamannya #BundaYoyoh Skrg saya akan msk ke bagian prosesi prsmymn - pemakaman almrhmh
65. Kabar duka mengenai wafatnya Ummi tlh cpt menyebar, baik lwt tv, radio, internet, sms dsb #BundaYoyoh
66. Telah direncanakan utk prosesi persemayaman akan dilakukan di Masjid Baiturrahman Komplek RJA DPR RI Kalibata #BundaYoyoh
67. Smntr jenazah disepakati dimakamkan di rumah nenek saya di Batu Ceper, Tangerang ats permintaan keluarga nenek #BundaYoyoh
69. Mulai dr proses persemayaman hingga pemakaman, byk sekali respon yg dtg #BundaYoyoh
70. Byk sekali yg kehilangan dgn sosok Ummi. Pjbt, anggota dwn dr brbagai fraksi, tokoh nasional, politisi, ikhwah, msyrkt dsb #BundaYoyoh
71. Hal itu trlht jg dr ratusan karangan bunga dan jmlh pentakziyah yg membludak. #BundaYoyoh
71b. Termasuk ucpn belasungkawa dr slrh dunia, berbagai negara dunia #BundaYoyoh
71c. Ismail Haniya jg mengabarkan duka cita warga Palestina krn Ummi adlh WN Kehormatan Palestina #BundaYoyoh
72. Komplek DPR disesaki ribuan org pelayat. Sholat jenazah diadakan 2 shift, itupun 70% pelayat tdk kebagian #BundaYoyoh
73. Ketika jenazah Ummi diangkut ke ambulans, dan konvoi menuju Tangerang, #BundaYoyoh
74. Menurut Patwal yg mengawal, konvoi utama menuju pmkmn diikuti ratusan mobil dgn panjang iring2an lbh dari 3 km #BundaYoyoh
75. Begitu jg ktk di area pemakaman, belasan ribu org memadati lokasi, 80% diantarany tdk tertampung dan tdk bs masuk ke lokasi #BundaYoyoh
76. Alhmdllh itu menandakan Ummi adlh sosok yg begitu berarti bagi byk orang :') #BundaYoyoh
77. Saya pribadi smpt ikut di proses memandikan, mengafani, dan menyolatkan Almarhumah. Jnzh terasa sgt ringan #BundaYoyoh
78. Dan kami menyaksikan dgn sangat jelas bahwa Ummi meninggal dlm keadaan tersenyum :')http://lockerz.com/s/103761305 :) #BundaYoyoh
79. Alhamdulillah. Semoga itu merupakan pertanda yg jelas bhw beliau meninggal dlm keadaan husnul khotimah :) #BundaYoyoh
80. Kami dari keluarga jg alhamdulillah sdh bs mengikhlaskan kepergiannya #BundaYoyoh
81. Krn kami percaya dr berbagai tanda2 yg diberikan, dr bagaimana almarhumah semasa hidupnya beribadah, #BundaYoyoh
82. Mendidik kami dgn penuh kasih & cinta, mnjlnkn amanah yg diberikannya dgn baik, dan bgmn dia memberikan pengaruh & brbakti #BundaYoyoh
83. Yang luar biasa kpd masyarakat, adlh suatu hal yg memberikan byk hikmah #BundaYoyoh
84. Sehingga ketika Allah Yang Maha Kuasa lbh sayang kepadanya dgn memanggilnya terlebih dahulu, #BundaYoyoh
85. Kami hrs ikhlas dan tabah, serta mudah2an dpt mewujudkan harapan2nya kpd kami #BundaYoyoh #BundaYoyoh
86. Sekaligus meneruskan cita2nya yg belum tercapai. Smg kami bs seperti dia, #BundaYoyoh
87. Wanita luar biasa yg dr rahimnya telah mengandung dan melahirkan kami, yg tlh memberikan teladan kpd kami dgn caranya #BundaYoyoh
88. Mendidik kami dgn penuh cinta, keteladanan & keshalihatan yg luar biasa... #BundaYoyoh
89. Selamat jalan Ummi kami, Ummi Yoyoh Yusroh. Sang mujahidah syahidah. Ila liqo' :) #BundaYoyoh
Sabtu, 28 Mei 2011
taujih ust.hilmi melepas jenazah ustjah Yoyoh Yusroh
copas dari :
Taujih Ustadz Hilmi Ba’da Shalat Jenazah Ummi
Assalamu ‘alaikum wr. wb.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un tsumma Innalillahi wa inna ilaihi raji’un tsumma Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
Alhamdulillah wash sholatu was salamu ‘ala rasulillah wa ‘ala alihi wasohbihi wa ma walah.
Wa qolallahu azza wa jalla fi kitabihil aziz, a’udzubillahi minasy syaitanir rajim,
wa likulli ummatin ajal, faidza ja-a ajaluhum la yasta’khiruna saah – wa la yastaqdimun.
wa qola: kullu nafsin dza-iqatul maut, wainnama tuwaffauna ujurakum yaumal qiyamah, fa man zuhziha ‘anin naari wa udkhilal jannata fa qad faza. Wa mal hayatud dunya illa mata’ul ghurur.
wa qola: minal mukminina rijalun shodaqu ma ‘ahadullaha alaihi, fa minhum man qadla nahbahu wa minhum man yantazhir, wa ma baddalu tabdilaa.
Shodaqollahu azhim
Hadirin dan hadirat yang dimuliakan Allah swt,
Saya diminta untuk mewakili keluarga besar almarhumah ustadzah Yoyoh Yusroh dan keluarga besar ayahanda beliau, ayahanda almarhumah, KH Abdushshomad (alm) dan Hj. Siti Aminah ibunda Yoyoh, begitu juga tiga belas anak-anaknya.
Pertama-tama untuk menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada hadirin-hadirat yang telah meluangkan waktu untuk bertakziyah dan mendoakan almarhumah. Mudah-mudahan doanya insya Allah diterima oleh Allah swt.
Jika sebagai manusia ada kekhilafan, ada kesalahan, ada kelalaian mohon dimaafkan. Begitu juga jika ada hutang-piutang yang tidak diketahui keluarga mohon disampaikan kepada pihak keluarga untuk diselesaikan dan atau kemudian jika tidak sempat menghubungi keluarga mudah-mudahan bisa meridhokan, bisa meridhokan sehingga tidak menjadi beban bagi almarhumah.
Hadrin dan hadirat yang dimuliakan Allah swt,
Selain mewakili keluarga besar almarhumah saya di sini juga mewakili keluarga besar jamaah Partai Keadilan Sejahtera yang pada hari ini merasa kehilangan kader terbaiknya, kader yang merintis dari awal pertumbuhan jamaah dakwah ini, gerakan dakwah ini. Dari awal tahun 80 beliau sudah bergabung dengan aktifitas dakwah ini, bergabung dengan penuh semangat wala wal intima’, semangat loyalitas dan komitmen. Bergabung dalam gerakan dakwah ini dengan semangat thoat wat tadlhiyyah. Seluruh hidupnya diwakafkan, diserahkan pada dakwah ini. Seluruh perjalanan hidupnya telah bergabung dengan dakwah ini secara totalitas, diberikan untuk dakwah ini. Dalam hal ini kita merasa kehilangan.
Sesungguhnya yang merasa kehilangan bukan hanya jamaah dakwah Partai Keadilan Sejahtera, bukan hanya bangsa Indonesia, tetapi saya sendiri dari sejak pagi menerima takziyah dari segenap penjuru dunia, dari negara-negara ASEAN, dari negara-negara Timur Tengah menyampaiakn takziyah ini. Karena sekali lagi yang kehilangan bukan hanya jamaah dakwah Partai Keadilan Sejahtera, bukan hanya bumi pertiwi Indonesia, tapi ikut kehilangan juga Masjidil Aqsha dengan Baitul Maqdis-nya, seluruh mujahidin-mujahidah di Palestin sudah menyampaikan takziyahnya dan merasa kehilangan. Bukan hanya bumi Indonesia yang kehilangan amarhumah bahkan bumi di mana terletak Masjidil Aqsha-pun merasa kehilangan, bumi para mujahidin-mujahidah yang sampai hari ini sedang dikepung oleh tentara zionisme Israel turut juga merasa kehilangan. Karena beliau selain mewakili jamaah dakwah Partai Keadilan Sejahtera, sebagai anggota DPR juga mewakili bangsa Indonesia hadir di tengah-tengah pejuang mujahidin di Gaza, sehingga mereka pun ikut merasa kehilangan.
Bahkan, baru saja kita juga menerima takziyah dari kesatuan-kesatuan milliter dan kepolisian Indonesia yang sedang bertugas melaksanakan menjaga perdamaian di Sudan di Darfur pun menyampaikan takziyahnya. Semuanya ini adalah merupakan respon atas kehilangan seorang daiyah seorang mujahid/mujahidah dakwah yang telah memperlihatkan dedikasinya untuk apa yang dia yakini, apa yang dia cita-citakan dan apa yang dia perjungkan.
Hadirin dan hadirat yang dimuliakan Allah swt,
Sekilas bagaimana dakwah ini bertemu dengan beliau, pada akhir tahun – sekitar pertengahan tahun 80 beliau sebagai mahasiswi di IAIN Ciputat, waktu itu masih mahasiswi baru dan kebetulan saya sekali-kali diundang ceramah oleh mahsiswa di sana - mahasiswi di sana, ternyata beliau bukan hanya pendengar ceramah yang baik tapi langsung menginginkan adanya komitmen dengan nilai-nilai yang diceramahkan. Dan sejak saat itulah beliau tidak pernah lepas dengan dakwah ini, dengan segala pengorbanannya. Bahkan ketika rezim Orde Baru memenjarakan saya selama dua tahun beliau terus melakukan langkah-langkah dakwah dan ketika saya keluar dari penjara beliau segera menemui saya lagi dan bergabung lagi, tanpa malu dengan eks tahanan politik. Terus bergabung.
Bahkan ada titik-titik sejarah yang mungkin pada generasi sekarang sulit mengaplikasikannnya. Ketika masuk saatnya beliau harus menikah beliau datang kepada saya dan mengatakan, “Ustadz saya diminta orang tua untuk segera menikah.” Saya katakan, “Insya Allah saya doakan semoga diberikan kemudahan.” “Tapi calonnya minta dicarikan ustadz, saya ingin sesama aktifis dakwah.” “Ada pilihan?” “Tidak ada pilihan. Pilihan jamaah dan pilihan Allah itulah yang akan menjadi pilihan saya.”
Dan segeralah saya mencari-cari siapa yang sudah jadi, sudah tentu pada saat itu masih mahasiswa dan mahasiswi yang iklimnya sulit untuk siap nikah waktu itu. Dalam kesulitan mencari itu akhirnya kita menggunakan logika qum ya Hudzaifah! Lalu yang menyambut panggilan qum ya Hudzaifah, itulah suami beliau yang setia mendampingi beliau sampai sekarang yaitu akhunal fadhil Budi Darmawan. Yang ketika saya minta segera mengasih tahu orang tua beliau di Bandung, bahkan belum tahu nama lengkapnya. Ketika ditanya oleh orang tuanya, “Budi siapa nama calon istrimu?” “Yoyoh.” “Yoyoh apa?” “Belum tahu.” Tapi orang tua Budi Darmawan ini seorang sholih dan sholihah dan menemui saya dan merestui rencana pernikahan bahkan mempersiapkan segala perangkat rumah tangganya dan kemudian sayalah yang melamar beliau kepada KH. Abdushshomad almarhum, yang kemudian juga beberapa hari kemudian menyelenggarakan pernikahannya. Seluruhnya bahkan proses ini sepertinya almarhumah dan akh Budi Darmawan kayaknya belum pernah ketemu sebelum proses ini. Inilah sikap generasi pertama dari yang memegang komitmen dengan dakwah ini. Yang kisah-kisah seperti itu sangat banyak tapi yang sangat menonjol adalah kisah almarhumah ini.
Begitu juga dengan perjuangan-perjuangan, baik sebelum era reformasi dengan segala ketekunannya ekspansi dakwah hampir ke seluruh penjuru Indonesia dan sesudah era reformasi dan kita bersama komponen bangsa yang lain membangun kehidupan berbangsa dan bernegara ini menuju yang lebih baik, almarhumah dengan sangat tekun menjadi legislator dua periode di DPR, Ti Ti…tiga? Tiga periode di DPR, yang periode ketiganya ini belum selesai. Jadi beliau tiga periode ini secara terus menerus berjuang dan membuktikan dedikasi dalam kiprahnya. Bahkan ketika ditugaskan di komisi I, luar biasa perkembangan kiprahnya merambah seluruh dunia yang memerlukan kontribusi Indonesia baik dalam pembebasan Palestina, perdamaian Sudan atau di Lebanon atau di Istanbul hampir tugas-tugas internasional semua beliau laksanakan. Ini sudah barang tentu menjadi suri tauladan bagi kita semua dan beliau tidak pernah dalam melaksankan tugas ini mengeluh biaya dan menanyakan dari mana biayanya? Siapa yang mengurusnya? Tidak! Seluruhnya dimenej dikelola dengan kemampuan semangat ruhul badzlu wat tadlhiyah. Keteladanan inilah yang harus kita ikuti dan kita lanjutkan.
Sudah barang tentu beliau tadi jam 03.30 dipanggil oleh Allah swt untuk insya Allah menikmati pahala dari kerja keras, dari pengorbanan, dari perjuangan, dari jerih payah. Mudah-mudahan insya Allah kita diberi kesempatan oleh Allah swt untuk bergabung dengan beliau kalak di jannatil Firdausi a’la.
Tadi saya bacakan ayat yang menyebutkan minal mukminina rijalun shodaqu ma ‘ahadullaha alaihi, fa minhum man qadla nahbahu wa minhum man yantazhir, dan almarhumah termasuk yang man qadla nahbahu, telah menunaikan tugasnya dan menghadap kepada Allah swt, dan kita termasuk waminhum man yantazhir. Mudah-mudahan kita diberi kekuatan oleh Allah swt utk tetap meneruskan semangat seperti yang dicontohkan oleh almarhumah yaitu semangat wala baddalu tabdilla, tidak pernah mau mengubah keyakinan keimanan dan aqidahnya, tidak pernah mau merubah idealisme sikapnya dan tidak mau merubah minhaj langkah-langkah perjuangannya dan tdk mau merubah ghoyah tujuan perjuangannnya, wa ma baddalu tabdiila, itulah yang diwariskan oleh almarhumah kepada kita. Mudah-mudahan Allah swt pertama-tama menempatkan almarhumah fi maq’adi shidqin ‘inda malikin muqtadir dan mudah-mudahan juga memberikan kepada kita semangat wa ma baddalu tabdiila, istiqomah terus lurus dalam memperjuangkan nilai-nilai yang diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya.
Hadirin dan hadirat yang dimuliakan oleh Allah swt,
Kisah perjuangan beliau kalau ditulis mungkin berjilid-jilid buku. Silahkan dari saya sebagai pembuka bagi hadirin-hadirat yang mungkin kreatif memunculkan sejarah-sejarah perjuangan dari kader-kader dakwah yang telah qodho nakhbahu yang telah menunaikan tugasnya dengan sungguh benar. Mudah-mudahan insya Allah bisa diwariskan kepada generasi penerusnya terutama putra-putrinya yang insya Allah dalam kesibukannya berjuang tapi insya Allah putra-putrinya tiga belas adalah minash shilihin was sholihat. Dan ini juga membuktikan bahwa kesibukan perjuangan tidak membuat lalai mengurus rumah tangga, begitu juga kesibukan rumah tangga tidak membuat lalai untuk melaksanakan tugas-tugas perjuangan. Ini contoh mempertemukan antara tugas-tugas kerumahtanggaan dan tugas-tugas perjuangan disatupadukan dalam jiwa hidup perjuangan dan pengorbanan yang penuh telah diberikan oleh almarhumah ustadzah Yoyoh Yusroh. Insya Allah, aqulu qouli hadza, astaghfirullaha li wa lakum.
Assalamu ‘alaikum wr wb.
Ibu Teladan, alm ustjh Yoyoh Yusroh asy syahidah
kehilangan masih terasa, sangat di sepekan engkau pergi.
Pekan ke3 di bulan Mei, berita kematian dan kelahiran datang seolah berebut tempat. Berita duka pertama adalah meninggalnya Nurul F Huda,penulis yg kukagumi dari beberapa penulis wanita di negeri ini. Dan kabar yang paling mengejutkan adalah datangnya sms tadi pagi, aku tak berharap orang baik yang meninggal dan aku mnegenalnya sangat, begitu kubaca kata pertama yang ada di sms tersebut innalillhi...terhenyak ketika kubaca nama ustajah yoyoh ada dibarisan kata selanjutnya...setengah berteriak berbicara pada suamiku bahwa ustajah Yoyoh meninggal, langsung kutelpon adikku yang mengirim sms tersebut untuk mencari kebenaran dan berharap diapun ragu dengan berita tersebut, tapi adikku membenarkannya yang diperkuat dengan sms-sms yang berdatangan kemudian. Mencari-cari informasi dimana jenazah berada, hendak kemana ta'ziah. Aku ingin sekali bersegera menemuimu wahai ustazah ramah senyum. Berita kudapat bahwa jenazah akan disemayamkan di rumah dinas beliau di komplek DPR kalibata, aku dengan suami segera bersiap, setelah melayani pasien yang tidak bisa ditolak dan membujuk anak-anak untuk tetap berada di rumah , untuk meringankan langkahku bila ada yang bisa kulakukan untuk proses mengurus jenazah. akhirnya kami berangkat, oo perjalaann rasanya sanagt lambat, macet yang memang biasanya juga macet, tapi ini terasa lain dan ingin sekali aku trebang, khawatir jenazah segera diberangkatkan ke Tangerang untuk dimakamkan, menunggu kereta lewat menjadi hal yang rasanya sangat lama, pengen terbang saja. Alhamdulilah nyampej uga ke komplek DPR yang sudah banyak sekali orang berdatangan di depan masjid dan dirumahnya yang sangat berdekatan sekali dengan masjid komplek
memori indah dengannya langsungn bermunculan dalam ingatan. Beliau yang bercerita pada akhowat dalam sebuah pertemuan, beliau berhasil mengelilingi tembok besar China di saat berpuasa, teman-temannya sesama anggota dewan tidak percaya karena mereka tidak ada yang berhasil melewatinya, beliau tunjukkan sertifikat bahwa dirinya memang benar telah berjalan mengelilingi tembok besar china subhanallah. Benar-benar pribadi yang kuat, 13 anak yang keluar dari rahimnya tidak mengahalangi apapun tekadnya untuk berbuat yang lebih baik di dunia dan akhirat kelak.
Pertemuan dengannya dulu waktu masih tinggal di Palembang, saya sebagai seorang mahasiswi, di malam hari di hotel Paradishtahun 2001, beliau membawa serta anaknya yg ke-13 yg baru beberapa bulan saja dilahirkan. Akhowat harus merapikan kertas-kertas (dokumen-dokumen )penting, agar tidak berpindah pada tangan yang tidak bertanggung jawab dan menjadi rapi administrasi. Beliau mencontohkan bagaimana semua arsip-arsip dirumahnya punya tempat sendiri, mana yang boleh dibaca semua keluarga, mana yang tidak boleh. Ini adalah masalahku tidak rapi!subhanallah beliau dengan anaknya yang 13 orang itu bisa sangat rapi. Selesai acara tersebut aku bersama temanku mengantarkan beliau ke kamarnya, di kamarnya ada ibu beliau dan putranya yang bungsu yang bayi mungkin umurnya baru 1,5 bulan. Beliau pernah bertutur dalam mengurus buah hatinya yang 13 itu banyak melibatkan keluarga besarnya, maka kegiatan yang banyak dan posisi beliau sebagai public figur, murabbiyah pun bisa dijalankannya dengan lancar. Anak banyak,posisi sebagai perempuan tak menghalanginya untuk berbuat lebih bagi agama. Subhanallah artinya beliau bisa mensibghoh keluarganya untuk sama-sama terlibat dalam amal jama'i mengerjakan proyek dakwah, sungguh perkara yang tidak mudah. Beliau juga berpesan bila kita membaca doa robithoh berdoalah dan bayangkanlah wajah-wajah saudara kita di Palestine, Bosnia, Irak dll saudara-saudara muslim lainnya di seluruh dunia, hati kita akan terikat kuat dengan mereka.
Besoknya beliau kembali memberikan ceramah dalam sebuah seminar di mesjid at taqwa palembang. Saya menyimak perkataan beliau dan mencoba mencatatnya, ada dalil yang beliau ungkapkan saya catat dengan tulisan arab. Sewaktu beliau istirahat menyusui anaknya dan duduk disampingku beserta para hadirin yang lain, beliau melihat catatanku dan tersenyum lalu mengambil pulpen dari tanganku dan membenarkan tulisan arabku yang salah tulis, semua dilakukannya sambil tersenyum. (kucari-cari tulisan tangan beliau, tak kutemukan :(, mungkin berada di bandung,maklum nomaden).
Subhanallah, sungguh tawaddu engkau ibu. Kembali ke meja pembicara setelah mneyusui anaknya (beliau sangat menkankan asi, asi adalah karunia dari Allah ujarnya, maka anaknya pun dibawa serta). Beliau kembali menekankan para akhowat untuk selalu makan makanan yang sehat, beliau contohkan bahwa dirinya dari gadis sudah menyiapkan diri untuk menjadi ibu, mengkonsusmsi makanan sehat dan bergizi sebagai persiapan, daripada makanan siap saji lebih baik makanan nasi padang atau gado-gado, dari pada co*a co#a lebih baik jus buah yang banyak seratnya yang berguna untuk tubuh. Makanya beliau bisa tetap sehat walau anaknya 13. Subhanallah, sesuatu yang harus ditiru tapi belum bisa kujalani sepenuhnya.
Tahun 2005 di Januari ustajah mengisi sebuah seminar di aula balaikota bandung. Kami berpapasan di tangga, beliau berhenti sejenak ketika melihatku, sepertinya beliau sedang mengingatku,aku memberanikan untuk bersalaman dengannya seraya mengenalkan diri dan sedikit memberitahu bahwa kita dahulu pernah bertemu di Palembang, beliau langsung menganggukan kepala dan memberikan senyumnya. Beliau banyak memberikan nasehat untuk para muslimah agar menjadi ibu yang kreatif, karena ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya, ketika menyusui lakukan dengan tilawah atau nyanyian yang mendekatkan anak pada penciptanya. Kala itu beliau bernyanyi merdu sekali dan nyanyian yang beliau ciptakan sendiri, sayang aku tak sempat menyatatnya. sekarang baru menyesal. Beliau menekankan untuk Silaturrahim karena menyehatkan badan dan menyebarkan rizqi ujarnya. Kita harus selalu istiqomah dengan banyak husnudzon. Kita berharap orang berubah pada kebaikan, karena semua orang bisa berubah, QS ar ro'du 11.
catatan ceramah beliau yang ini alhamdulillah kutemukan, beberapa yang sempat kucatat adalah :
Istiqomah itu :
Husnudzon
hifdzullisan = berbicara selalu dengan hal positif
idza a'jabal kalam fasqut wa idza a'jaba suqut fatakallam (buku kapan saatnya anda bicara)
Al muhafadzoh al waktu sholat dalam hal :
. waktunya
. berjamaah
. di mesjid
. sunnatu sholat dan sholat sunat
. khusyu
adamul isrof, tidak berlebihan
. manajemen waktu terbaik adalah mengikuti waktu rasulullah,akan terjadi keberkahan dalam hidup kita
. baca buku al hayatu fil wakqti 6 bulan sekali
. berikan ketsiqohan pada yang lain, pengawasan melekat hanya pada Allah
Akhowat muslimah :
orang lama bagi teman2nya tapi selalu baru bagi suaminya
akhowat yang jalan gemulai tapi datang tepat waktu.
. tsiqoh pada Allah, jalan kita akan menjadi ringan
. ruhul isti'la alal awaiq : punya jiwa super dalam mengahadapi tantangan
. akhowat mampu menggoyang ayunan dengan tangan kanannya di saat yang sama dia mampu mengguncang dunia dengan tangan kirinya.
Beliau selalu memberikan trik dalam berumah tangga seperti ini beliau menganjurkan kita untuk menyediakan bunga sedap malam setiap hari dikamar kita akhowat, untuk membahagiakan suami, karena wewangian akan membuat suami betah berada disamping kita (demikian kira-kirawaktu itu beliau memberi alasan), katanya lagi harga bunga sedap malam tidak seberapa. Sebuah pribadi yang sangat memperhatikan pasangannya dan keluarganya dikesibukan beliaumnegurus jamaah yang besar ini. subhanallah
Tahun 2005 kami kembali bertemu,kali ini rumah kami sangat dekat, beliau kembali menjadi anggota dewan utk periode 2004-2009, bersama abi (bapakku). Kami 1 komplek sehingga saya tahu dimana rumahnya, bagaimana rumahnya. Subhanallah beliau buka jasa loundry, ini kutahu karena mau meloundry jas abi, dan di rumahnya juga beliau menjual nugget dalam prizer. Tentu yang melayani itu semua tidak beliau tapi ada khadimat yang diberi kepercayaan untuk itu, subhanallah betul-betul mengajarkan banyak hal pada seluruh keluarganya. Aku ingat betul anak beliau yang bungsu yang waktu itu dibawa ke palembang masih umur kira-kira 1,5 bulan kini sudah 4 tahunan. Anak itu selalu tersenyum bila kebetulan aku melewati rumahnya dan berpapasan dengannya, ah seperti ibunya.
Agustus 2005, presiden negeri ini menikahkan anaknya yang pertama, abi mendapat undangannya dan sebagai muslim abi harus memenuhi undangan tersebut bila tidak ada halangan syar'i, demikian juga dengan ustajah Yoyoh, beliau mendapat undangan. Saya mendengar kabar bahwa ustajah mau ikut mobil abi karena kalau tidak salah suaminya (Pak budi ) tidak bisa mendampingi beliau, saya sangat ingin bertemu dengannya, yang walau 1 komplek tapi belum juga bertemu dengannya karena kesibukan beliau, dan saya minta abi untuk minta izin ke ustjah Yoyoh bahwa saya menggantikan Pak Budi he he beralasan, biar bisa hadir dalam walinmatul'ursy agar tidak termasuk orang yang dicela dalam hadits tentang orang yang berhak dan tidak dalam menghadiri sebuah undangan). Malam itu selepas magrib kami bersiap menuju kebun raya bogor tempat walimatul'ursy diadakan. Dalam perjalanan saya menyimak obrolan 2 Anggota Dewan tersebut, saya kagum (kembali) dengan ustjh Yoyoh yang selalu berkata dengan optimis dan tawaddu. Di sela-sela obrolan, beliau mengontak anak-anaknya, sekedar bertanya sedang apa, kalau mau tidur baca doa (mengingatkan anaknya). Subhanallah begitulah beliau mendidik ke 13 anaknya. Masih teringat di memoriku gaya jalan beliau, gaya bicaranya apalagi senyum khasnya yang tak dibuat-buat. Kami sampai di kebun raya bogor dan setelah melalui berbagai penjagaan ketat kami sampai di area walimatul ursy, menuju ruang utama beberapa foto preweding dipajang sepanjang jalan, beliau berkomentar bahwa halini tidak dapat dibenarkan, bukankah mereka baru menikah hari ini berarti foto itu dilakukan sebelum menikah, saya menganggukan kepala, rasanya saya grogi berjalan dengannya. Berbagai macam orang ada disana, berbagai warna baju, dubes, tamu-tamu penting pemerintah dll. Satu komentar beliau adalah aksesoris yang dipake muslimah berjilbab yang terlalu berlebihan. Subhanallah beliau tegas pada yang salah. Tamu yang ingin mengucapkan selamat pada SBY dan bu Ani juga kedua mempelai begitu banyak, semain larut semakin bertambah, sampai kami terpisah. Umi dan abi entah dimana, saya dan ustajah Yoyoh berpegangan karena berhimpitnya tamu menuju panggung mempelai, di depan kami ada mantan menteri luar negeri era orba Ali Alatas (alm) beserta istri, juga ada 2 putri mantan presiden ke 2. ustajah Yoyoh dengan serta merta mengenalakan dirinya pada mereka. Subhanallah dengan keberanian yang tinggi beliau menyapa orang-orang yang belum tentu orang lain belum tentu mau lakukan. Aku berplikir beliau mengamalkan dalil qur'an bahwa semua manusia di mata Allah sama kecuali ketaqwaannya.
2007 kami kembali bertemu, kala itu aku sudah berkeluarga dan mempunyai 1 anak. Bertempat di rumah pak adyaksa dault yang sedang menjabat menteri pemuda dan olah raga, ada tamu dari parlemen palestina yang akan berbagi tentang perjuangan muslimah palestina pada. Saya yang menggendong anak dengan di antar abi pada waktu itu, di depan pintu rumah pak adyaksa kami bertemu dengan ustazah Yoyoh, dan abi kembali mengenalkanku pada ustazah ramah senyum ini,beliau menyapaku dan masih ingat aku, beliau menanyakan anakku, ketika tahu nama anakku, beliau berkata Fityan artinya pemuda dan akan menjadi pemuda selamanya, amin ujarku. Subhanallah ibu. ..Beliau disana hanya sebentar karena ada keperluan lainnya.
2008, bertemu kembali, masih di rumah pak Adyaksa, tapi kali ini aku benar-benar lupa pertemuan apa dan catatan pun entah kemana (menyesal.com...sangat)
2011, kemarin tanggal 7 dan 8 mei di Bandung pada sebuah Konfrensi Internasional keluarga, kami bertemu di gedung konfrensi asia afrika, beliau begitu ramah menyapaku yang mulanya aku sungkan bersala man dengannya, tapi beliau tak ragu memberikan tangannya seraya berkata :mana ya orang bosnia itu , dia teman anak saya di sarazevo,katanya mau nginap di rumah saya (masih jelas suaranya, wajahnya masih terbayang dengan senyuman ramahnya yang khas, ibu rasanya separuh jiwaku pergi bersamamu, Allahummagfirlaha warhamha wa'afiha wa'fu anha).
Di forum internasional tersebut beliau membawakan makalahnya dalam bahasa arab, saya banyak tidak mengertinya (menyesal.com), makalah ditulisnya dalam arab gundul (bertambah menyesal karena tidak mengerti), berjudul daurol usroh fi binai daulah almutahadoroh (kalau tidak salah baca), yang jelas tentang mebina keluarga muslim, makalahnya ada, mau mencari orang yang bersedia menerjemahkan. . Subhanallah dengan gaya khasnyabeliau bacakan makalah ini dnegan suara lantang seperti ketika beiau orasi tentang kondisi Gaza pada aksi solidaritas Palestine di Monas.
21 mei berita itu kuterima di pagi buta, tak percaya dengan sms yang dikirim adikku,aku telepon dia dan diamembenarkan, tak percaya semoga berita ini tidak benar kutelepon guruku, beliau membenarkan, masih tak percaya ku telepon ortuku di bandung, mereka membenarkan, masyaAllah masya Allah ...kenapa beliau yang meninggal, belum semua ilmunya aku punya, belum semua kebaikannya aku tahu,masya Allah Allahummagfirlaha warhamha wa'afiha wa'fu anha, doa ini tak lepas dari lisanku seketika bila ingat beliau. Syahidah murabbiyah yang istiqomah . Irji'i ilaa robbiki roodiyatan mardiyyah fadkhulii fi 'ibaadi wadkhulii fi jannatii...
kullu nafsin dzaaiqotul mauut. Sungguh beliau telah mempersiapkan kematiannya jauh-jauh hari...
tetangmu, begitu ramai sahabat, guru dan partner bersaksi bahwa engkau orang baik. Tentangmu begitu dalam mereka ungkapkan kehilangan yang dirasakan. Tentangmu baegitu banyak orang yang belum pernah bertemu denganmu tapi merasakan pribadimu yang kuat.
Sms mu, membuat semua orang bertambah kagum dengan pribadimu yang agung. Ya Allah kabulkanlah...
“Ya Robb aku sedang memikirkan posisiku kelak di Akhirat. Mungkinkah aku berdampingan dengan penghulu para wanita, Khadijah Al Qubro yang berjuang dengan harta dan jiwanya? Atau dengan Hafshah yang dibela Allah saat akan dicerai karena Showwamah dan qowwahmahnya? Atau dengan Aisyah yang telah hafal 3500-an hadits, sedang aku… ehm, 500 juga belum. Atau dengan Ummu Sulaim yang shobirah. Atau dengan Asma yang mengurus kendaraan suaminya dan mencela putranya saat istirahat dari jihad. Atau dengan siapa ya Allah? Tolong beri kekuatan untuk mengejar amaliyah mereka sehingga aku laik bertemu mereka bahkan bisa berbincang dengan mereka di Taman FirdausMu”.
لا يستاءخرون ساعة ولايستقدمون, tulisanmu (Kematian adalah Sebuah Misteri. Dakwatuna.com), di Madinahsebulan sebelum engkau syahid perttanda engkau siap kapanpun dan dimanapun saat itu tiba. Allahu akbar
wallahu a'lam bishshowab
enung syafa'ah fauziah (082122726797)
Senin, 23 Mei 2011
Menulis adalah panggilan
Menulis adalah panggilan
Waktu masih duduk di bangku madrasah tsanawiyah dulu aku pernah berkirim surat pada seorang menteri bermodalkan alamat beberapa menteri yang tertera di buku agenda kerja seorang teman yang diberikan ayahnya. Tidak hanya saya tapi juga dengan dua orang teman lainnya. Waktupun berlalu aku sudah tidak ingat lagimasalah surat yang pernah dikirimkan dulu sampai bapakku yang memberitahukan bahwa ada wesel dari bapak menteri, kaget bukan main. Bapak memberikan uang dari pak menteri utuh semuanya dan berpesan belilah apa saja yang kau inginkan dengan uang itu ujar bapakku. Karena SPP adalah tanggung jawabku ujarnya. Aku teringat dulu isi surat tersebut adalah minta dana untuk bayar SPP. Sampai sekarang selalu teringat tulisan pertamaku itu pada bapak menteri yang sekarang sudah meninggal.
Aku tinggal di pesantren yang kegiatannya lumayan padat. Pada peringatan hari besar diadakan kegiatan lomba cerpen antar kamar, aku diminta sama teman-teman sekamar untuk membuat cerpen, bingung bikin cerpen bagaimana, dengan modal beberapa majalah islami yang kumiliki aku coba kembali membaca cerpen-cerpen karya para penulis hebat. Mulailah aku menulis cerpen tentang kehidupan santri, dulu komputer belum masuk ke pesantrenku jadilah semua ditulis dengan tangan. Alhamdulillah cerpenku juara 1.
Selang berlalu memasuki bangku kuliah aku tidak pernah bikin tulisan-tulisan kecuali tulisan di laporan praktikum dan sesekali di buku pribadiku. Melukisakan perasaan anak rantau yang jauh dengan kampung halaman. Dan terakhir adalah tulisanku untuk mendapat gelar sarjana, skripsi sebuah tugas akhir.
Menyandang gelar sarjana tapi belum mendapatkan pekerjaan membuatku kembali rajin menulis, menuliskan tentang perasaan seorang gadis yang belum bekerja dan dikejar-kejar dengan umur yang belum menikah disaat ada seorang laki-laki yang datang hendak melamar. Semua kutuliskan dalam buku diariku.
Kini setelah berkeluarga punya anak dan menjadi aktivis sebuah LSM banyak sekali yang ingin kutuliskan.
Menuliskan tentang gaya komunikasiku dengan suami yang beda suku. Menuliskan tentang bagaimana cara agar masakanku seenak masakan ibu mertua agar suami senang. Menulisakan bagaimana agar anak-anakku kelak menjadi sebab aku masuk pada jannah-Nya.
Menuliskan tentang moral anak bangsa zaman sekarang yang semakin jauh dari nilai-nilai agama sementara pelajaran agama hanya 1 kali dalam sepekan.
Aku ingin menuliskan pristiwa saat-saat melakukan perjalanan di kota Jakarta yang super macet dengan menggunakan kendaraan umum yang sudah sangat tidak layak jalan apalagi lulus uji emisi (jauh banget), yang bau dan sering mogok dan juga dikendalikan oleh supir yang masih sangat muda yang sering ugal-ugalan di jalan sehingga bila ada seorang ibu yang membawa anak harus berteriak untuk hati-hati karena bisa-bisa si ibu jatuh dan anaknya lepas.
Ketika melihat kesenjangan di kota Jakarta ini ingin kutulis tentang apartemen yang tinggi tetapi di belakang apartemen hidup warga asli Jakarta dalam kemkumuhan. Ingin kutuliskan tentang para pengamen yang sangat banyak,mulai dari benar-benar mengamen dengan membawa semua peralatan musik (gitar, drum dll) sampai seorang bocah yang bermodal botol air kemasan dan bernyanyi tapi tak terdengar apa yang dia nyanyikan.
Ketika negeri ini menjamur koruptor-koruptor padahal kemiskinan terjadi tak jauh dari kantor para koruptor aku sangat ingin menulis walau hanya di status Facebook.
Ketiak seorang penulis yang sangat kusuka karyanya meninggalaku ingin sekali menulis tentangnya, jadilah aku menulis tentang Nurul F Huda dan kuposting di blogku yang belum ramai tulisan.
Ketika seorang perempuan hebat yang menjadi teladanku, idolaku yang mempunyai karakter kuat dan aku sangat sedih karena belum banyak ilmu yang kudapat darinya dan meninggal kemarin...mendesak-desak air mata dan jari jemari ingin menulisakn tentang dirinya.
Menulis untuk bisa menghasilkan amal yang tak putus sampai aku matipun, agar menjadi alasan aku bisa memasuki syurga-Nya.
Menulis ketika ada lomba menulis, biarpun belum pernah menang tapiaku tetap mengikuti lomba, agar tulisanku semakin terasah dan bisa introspeksi bila kalah.
Menulis adalah panggilan yang seakan tak pernah berhenti memanggil sampai aku benar-benar menuliskannya. Aku sadar sekali tulisanku hanya bisa dimengerti olehku karena itu agar bisa dibaca orang aku harus terus belajar bagaimana menulis yang benar. Aku cari-cari kursus menulis yang murah dan tak perlu keluar rumah.
Jumat, 20 Mei 2011
diare yang bikin trauma
Usianya belum genap 7 bulan, ketika Fityan anak pertamaku terkena diare yang memungkinkan dia harus dirawat karena banyak kehilangan cairan. Badannya lemas, nafsu makannya kurang, mata cekung, perutnya sepertinya sakiiit banget. Padahal Fityan anak yang ceria. Memang sudah 2 hari ini Fityan pub terus, kadang sampai berwarna hijau dan tidak lagi keras teksturnya namun encer. Karena sangat khawatir kutelepon suami yang sedang PTT di daerah, dia nyuruh bawa ke dokter.
Sambil membersihkan pubnya aku coba flashback, kenapa Fityan kena diare?apa yang salah? Apakah salah makan? sepertinya tidak karena Fityan makan yang biasa dimakan dan masakan rumahan bikinanku atau neneknya. Kemarin Fityan ikut aku pengajian, jalanan Jakarta sepi banget karena baru saja ibukota ini dilanda banjir hebat 5 tahunan, dimana sebagian Jakarta terendam. Kami pergi naik taxi pulangnya naik bajaj karena sangat susah mendapatkan taxi apalagi angkutan umum semacam angkot , jadilah kami berdua naik bajaj yang super berisik dan super bau (karena sudah berumur J)
Apakah mungkin Fityan sakit seperti kata-kata orang tua zaman dulu karena mau tambah pintar? bisa jalan atau bisa bicara, hah ini diare belum berhenti sudah 3 hari. Ya Allah bagaimana ini, aku panik mana suami sedang PTT di daerah terpencil sana. Tidak bisa dihubungi karena sering tidak dapat sinyal.
Malamnya Fityan kubawa ke dokter yang lumayan jauh, mencari dokter yang ”bagus” berbekal referensi seorang teman. Wuih antrian pasien sampai ruang tunggu penuh banget, banyak yang sakit, itulah hikmahnya jika ke RS, di rumah merasa sakit yang kita rasakan begitu berat tapi ketika di RS tidak seberapa dibanding mereka yang kena tabrakan, ada yang di amputansi, macem-macem deh ngeri banget.
Setelah menunggu hampir setengah jam lebih, akhirnya dipanggil juga nama Fityan. Dokter menanyakan keluhan Fityan dengan senyum khas dokternya. Dokter memeriksa perut Fityan dan langsung menuliskan resep. Sudah seperti itu sajaka? Hah diluar menunggu setengah jam di dalam bersama dokter tidak sampai lima menit selesai, bayar mahal pula. Mungkin karena pasien yang banyak sehingga dokter harus membagi waktu, terima sajalah (dalam hatiku, seraya berdoa agar suamiku jangan seperti itu pada pasiennya).
Setelah sehari minum obat, Fityan masih mencret-mencret juga. Tetangga yang punya anak sebesar Fityan juga anaknya terkena diare tapi sudah sembuh. Aku coba tanya-tanya, akhirnya kuputuskan untuk membawa Fityan kembali ke dokter-nya tetangga. Kembali dengan ditemani ibuku kubawa Fityan berangkat ke dokter. Tidak terlalu lama kami menunggu giliran dipanggil masuk ruangan dokter. Dokternya sudah senior (dari segi umur juga pengalaman, menurutku). Fityan diberi resep dan dokter tersebut berpesan jangan sering pakai diapers sekali buang, kalau terpaksa pakai tetap harus sering ganti bila kotor (aku setuju banget, karena memang menjadi sampah dan tidak aman di kulit).
Sampai sore setelah semalam minum obat Fityan masih juga mencret-mencret dan bertambah lemas. Alhamdulillah akhirnya suamiku datang dari PTT-nya, setelah melihat kondisi anaknya suamiku mengajak kami ke rumah sakit, karena menurut naluri kedokterannya Fityan sudah banyak kehilangan cairan. Dengan perasaan yang tidak menentu (deg-degan, keringat dingin, lemes dll) kami berengkat ke RS terdekat dimana dokter terakhir yang memeriksa Fityan praktek disana. Dokter memeriksa dan akhirnya Fityan disarankan untuk dirawat karena sudah banyak kehilangan cairan. Fityan diinfus (aku tak tega dengar tangisannya ketika perawat memasukkan jarum infus ke kakinya), kenapa di kaki karena di tangan sulit menemukan vena pembuluh karena lagi kata perawatnya Fityan gemuk. Alhamdulillah akhirnya jaum itu bisa juga masuk di kaki anakku. Bagiku sekarang Fityan sudah ditangani dengan baik hatiku sudah tenang.
Setelah satu jam di infus Fityan sudah terlihat segar dan mau bermain padahal sudah malam dan dengan jarum infus yang masih terpasang di kaki. Saking lincahnya Fityan bermain, baru satu malam di RS jarum infus lepas, suamiku cepat-cepat memanggil perawat. Beberapa perawat mencoba untuk memasukkan kembali jarum infus tapi tidak ada yang berhasil, akhirnya suamiku menghubungi dokter yang menangani Fityan. Terlihat kecemasan di wajah suami. Ternyata kata perawat jika jarum infus tidak bisa dimasukkan melalui tubuh bagian luar maka harus dimasukkan lewat dalam (aku lupa istilah kedokterannya) dan ini dilakukan di ruang operasi. Ya Allah masa anak yang baru mau menginjak usia 7 bulan harus dioperasi? Terbayang Fityan mesti dibius, para dokter pake baju khusu ruang operasi, hah ngeri banget. Kupanjatkan doa-doa pada-Nya. Akhirnya Dokter menyarankan kami untuk pindah ke RS khusus anak. Bismillah untuk kesembuhan anakku kami pindah, aku menghubungi kakeknya Fityan untuk meminjam mobilnya.
Jam 11 malam kami baru tiba di RS anak. Tidak menunggu lama setelah mengisi formulir pasien, Fityan dibawa masuk keruangan UGD yang ternyata disana sudah banyak anak yang menderita diare. Kata petugas RS memang sedang KLB (Kejadian Luar Biasa) karena banjir . Ya Allah sembuhkanlah anakku (selalu setiap kuingat kupanjatkan doa ini sambil menggendong Fityan.
Di ruangan UGD aku sangat cemas dan takut bila memang Fityan diinfus harus masuk ruang operasi (terbayang lagi dokter yang memakai baju ruangan operasi dan segala perlengkapan yang wajib steril). Fityan ditidurkan di kasur pasien dan dua orang perawat dengan wajah yang biasa saja (tidak ketakutan sepertiku) langsung menusukkan jarum infus di tangan Fityan. Syukur alhamdulillah tidak perlu dengan jalan operasi jarumnya bisa masuk dengan lancar,ini ksn RS khusus anak. Mungkin perawat disini sudah baisa menangani anak-anak jadi tidak susah mencari pembuluh vena untuk memasukkan jarum infus. Kami masuk kamar pasien dengan tenang.
5 hari Fityan dirawat di RS, dokter belum juga membolehkan Fityan pulang Suamiku membujuk dokter agar bisa dirawat di rumah saja, dengan berat hati dokternya Fityan membolehkan. Alhamdulilah akhirnya bisa kembali ke rumah, walau tetap masih harus mengkonsumsi obat, obat yang jadi kesukaan Fityan adalah Lacto B (semacam probiotik yang berisi bakteri asam laktat) sampai sekarang Fityan doyan. Saran dokter untuk tidak mengkonsumsi susu lain selain ASI atau susu khusus penderita diare. Aku gak repot dong, kan dai Fityan lahir langsung kubeikan ASI dan belum pernah minum susu sapi. ASI, ya ini adalah minuman kesukaan Fityan yang aku sangat bersyukur banget bisa memberikannya. Ada hikmah di balik musibah, kami sebagai orang tuanya mencoba mengambil hikmahnya. Salah satunya adalah Allah mengeluarkan penyakit dalam tubuh Fityan dengan cara-Nya. Penyakit yang berupa virus dan bakteri tersebut dikeluarkan terus menerus sebagai mekanisme pertahanan (kata dokter). Apa jadinya bila penyakit tersebut tidak dikeluarkan, mungkin virus dan bakteri akan berkembang biak dan menjadi penyakit yang lebih parah nantinya. Sampai sekarang bila Fityan pub lebih dari 1 kali saja aku mulai cemas dan selalu memanjatkan doa : Ya Allah plis jangan diare lagi, aku sedih bila melihat Fityan lemas karena diare.
sekarang, aku benar-benar hati-hati, tangan Fityan harus dicuci kalau sudah bermain. mau makan dan minum tangan dicuci. kalau banjir usahakan tidak keluar rumah karena penyakit pasca banjir siap mengahdang, sebelum datang penyakit kita yang harus siap siaga. maunya tidak banjir. bila diare datang berikan minum yang banyak, lacto B atau seduhan daun jambu kulutuk pun bisa jadi pertolingan pertama.
Rabu, 18 Mei 2011
Nurul F Huda
Dan hari ini penulis itu telah tiada, maka aku segera terbang ke FB mba Nurul untuk menuliskan Allahugfirlaha warhamha wa'afiha wa'fu anha di dindingnya (terima kasih mba Artineke A Muhir jempolnya, apa yg ada dlm hatimu? sedih seperti ku kah?)
Fisiknya telah pergi, namun karyanya telah membuat banyak orang terinspirasi.
aku harus baca buku terbarunya Hingga Detak Jantungku Berhenti
jazakillah mba Mukti Amini Farid (salam kenal :))
Ingin Ku
Ku ingin...
diciptakan alam pria dan wanita
dua makhluk dalam asuhan dewata
ditakdirkan bahwa pria berkuasa
adapun wanita lemah lembut manja
wanita dijajah pria sejak dulu
dijadikan perhiasan sangkar madu
namun ada kala pria tak berdaya
tekut lutut di sudut kerling wanita
Lirik lagu di atas kudengarkan pertama kali antara tahun 2001 dan 2002 (lupa) semasa masih menjadi mahasiswi. Waktu itu aku coba mencermati kenapa orang bisa bikin lagu seperti ini. Kini aku banyak mendapatkan jawaban. Dari berbagai media dan pengalaman banyak teman. Banyak perempuan yang hanya mengandalkan kecantikan luar daripada kecerdasan hidupnya apakah itu cerdas spiritual, cerdas finansial dan ebrbagai kecerdasan lainnya. Banyak perempuan memanfaatkan kelemahan tubuhnya untuk tidak berbuat banyak bagi diri dan lingkungannya. Bersyukur aku menjadi perempuan yang dihargai oleh orang-orang di sekelilingku. Aku tidak ingin menjadi perempuan yang digambarkan dalam lagu tersebut. Aku ingin menjadi perempuan seperti Aisyah RA yang cerdas, seperti Khadijah Al Kubra yang pengusaha dan seperti Ummu Salamah yang bijaksana. Mmm terlalu melambung. Minimal merekalah teladanku bukan perempuan yang digambarkan dalam lagu diatas.
Selepas kuliah, seperti halnya fresh graduate lainnya yang keliling menenteng ijazah memasukkan lamaran dari satu instansi ke instansi yang lain. Beberapa aku sempat ikut tes namun banyak yang kutinggalkan karena tidak sesuai dengan citaku. Menjadi guru sebuah sekolah swasta yang diisi anak-anak orang kaya dan cemerlang sampai menjadi guru privat pernah kusandang. Sempat juga hampir menjadi sebuah agen asuransi yang masa itu belum marak asuransi syariah. Sempat juga beberapa kali ikut tes PNS tapi Allah berkehendak lain.
Lamaranku di beberapa instansi tidak ada kabar, sampai aku mendapat panggilan dari sebuah perusahaan besar yang memintaku menjadi seorang manajer keuangan, menjadi seorang chef, guru dan banyak lagi yang harus dilakukan apabila aku penuhi panggilan ini, dengan perjanjian penghargaan yang sangat besar. Apa aku harus menerimanya? Teringat sebuah hadits yang isinya memerintahkan kita sholat 2 rakaat dan berdoa minta pada Sang Pemilik diri ini ketika dilanda kegelisahan untuk menentukan pilihan.
Ya Allah, sesungguhnya aku beristikhoroh pada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kepada-Mu kekuatan dengan kekuatan-Mu, aku meminta kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu. Sesungguhnya Engkau yang menakdirkan dan aku tidaklah mampu melakukannya. Engkau yang Maha Tahu, sedangkan aku tidak. Engkaulah yang mengetahui perkara yang ghoib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini (sebut urusan tersebut) baik bagiku dalam urusanku di dunia dan di akhirat, (atau baik bagi agama, penghidupan, dan akhir urusanku), maka takdirkanlah hal tersebut untukku, mudahkanlah untukku dan berkahilah ia untukku. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara tersebut jelek bagi agama, penghidupan, dan akhir urusanku (baik bagiku dalam urusanku di dunia dan akhirat), maka palingkanlah ia dariku, takdirkanlah yang terbaik bagiku di mana pun itu sehingga aku pun ridho dengannya.”
5 tahun berlalu rasanya baru kemarin beberapa orang memberi kami ucapan selamat dan doa keberkahan. Kini aku sedang menjalani multi profesi. Aku telah menjadi seorang guru yang muridnya sering tanya, menjadi pengelola keuangan yang harus pintar bersiasat agar tak kurang di akhir bulan karena penghasilan suami masih harus dibagi untuk kuliah lanjutannya, menjadi chef yang masih sering tanya resep pada Chef Google atau teman-teman yang subhanallah ternyata pada pintar masak. Menjadi psikolog anak yang selalu harus siap dengan curhatan kedua anak-anak yang bertambah hari bertambah umur juga bertambah komplek masalahnya. Menjadi cleaning service agar setiap sudut rumah selalu terlihat kinclong. Menerima laundrywomen yang menerima berbagai jenis barang yang mesti dicuci. Dan aku harus punya banyak kesabaran untuk melakukan itu semua juga kecerdasan untuk menyiasatinya. Ya sekarang profesi ku adalah ibu rumah tangga plus, plus karena masih punya profesi lainnya seperti beraktivitas sosial untuk berbagi dengan masyarakat . Alhamdulillah kini ada asisten rumah tangga untuk melakukan itu semua. Sehingga terasa lebih ringan.
Ketika masih lajang aku memikirkan profesi ibu rumah tangga adalah profesi yang mudah. Mencuci dan menyetrika baju tinggal ke loundry atau cari pembantu, memasak dan membersihkan rumah juga demikian serahkan saja pada mereka. Mudah bukan? Anak-anak bila kita punya akivitas diluar tinggal titipkan pada day care atau lagi-lagi titip pembantu. Kenyataan sekarang tak semudah membayangkan dahulu di kala lajang. Mendidik anak dengan kesabaran yang masih harus kuusahakan, menjadi teman bagi mereka agar tidak lari pada teman yang salah yang akhirnya menjadi salah pergaulan yang berakibat pada masa depannya. Menjadi sahabat bagi suami, menghargai segala usahanya, tempat menerima segala keluh dan kesahnya, tempat berbagi berbagai hal.
Untuk menjalani profesi itu semua dan untuk mendapatkan penghargaan yang sangat besar aku harus banyak belajar, pada siapapun yang ditemui dan pada apapun, apakah itu buku atau pakar dan memanfaatkan kecanggihan teknologi (internet). Tidak semudah apa yang kubayangkan dahulu, dan sekarang aku harus menjalani semua itu dengan suka cita dan kesabaran yang super. Ku jalani profesi ini sampai perusahaan besar ini diambil oleh Sang Pemilik saham satu-satunya (Allah SWT). Ku ingin agar anak-anak bisa menjadi washilah aku masuk surga, dan suami ridlo padaku dan agar ALLAH menempatkan surga di telapak kakiku dan memasukkanku pada surga-Nya.
Senin, 02 Mei 2011
perbedaan
perbedaan sering kali membuat kita bersitegang . perbedaan muncul bisa karena memahami suatu masalah dilihat dari sisi yang berbeda, memakai kacamata yg berbeda, dari otak yg berbeda. dan perbedaan itu adalah rahmat. tapi perbedaan jangan ssampai merusak ukhuwwah yang lama tlah dibangun. teringat Ibnu Taimiyyah berkata :
”Seandainya setiap kali dua orang muslim yang berbeda pendapat dalam suatu masalah itu saling menjauhi dan memusuhi, niscaya tidak akan tersisa sedikitpun ikatan ukhuwah diantara kaum muslimin”
membuat perbedaan menjadi rahmat?coba trik berikut : (copas dr catatan tetangga dg tambahan pengetahuanku dan pengalamanku dikelilingi org2 yg berbeda, trimksh tetangga :))
.1. berpikir positif saja agar tak ada pikiran negatif, agar perbedaan bukan menjadi ancaman tapi perasaan menjadi tenteram
2. jauhi bersikap menonjolkan diri apalagi merendahkan org lain, ini merupakan realisasi bersikap adil.
3. introspeksi diri sendiri. telusuri kebenaran dengan tabayyun (minta penjelasan)
4. tingkatkan Empati agar kita bisa menghargai dan mengerti akan perbedaan
5. sabar, ikhlas, toleran dan tegas tapi tidak keras.
dan semua itu mesti dilatih agar perbedaan bisa dijadikan energi untuk memahami orang lain.
agar suami istri tetap bisa sakinah, agar anak teteup birrul walidain pada ortu, agar ukhuwwah terasa indah dengan sesama.
Imam Syafi'i ”Pendapatku, menurutku, adalah benar, tetapi ada kemungkinan salah. Dan pendapat orang lain, menurutku, adalah salah, namun ada kemungkinan benar”.
semoga bisa lebih baik hidup beragam dg perbedaan.
sedang belajar menyikapi perbedaan