sudah lama mencari referensi tentang Dinar, sempat langsung bertanya pada pakar Dinar pak Muhaimin Iqbal (via inbox di FB dan email) juga baca di rumah mayanya
disini juga pada pak Endy J Kurniawan di FB nya dan baca tulisan2 beliau di
rumahnya. sampai kuberhasil membaca buku hasil karyanya. (alhamdulillah walau dapat pinjaman, sssttt)
setelah membaca buku ini maunya segera punya uang dan beli Dinar sebanyak-banyaknya...
mau haji? Think Dinar
anak mau sekolah?Think Dinar
mau beli rumah?Think Dinar
mau bayar hutang? Think Dinar
mau aman di hari tua? Think Dinar
proteksi kesehatan? Think Dinar
pokoe Think Dinar
 |
| hasil jepretanku |
Endy J. Kurniawan penulis buku ini mengajak kita untuk segera meninggalkan menabung dengan cara biasa, biasa yang kita lakukan yaitu di bank apalagi kalau bank nya bukan bank syariah alias bank ribawi. beralihlah ke menabung Dinar yang tahan inflasi.
sejarah mencatat bahwa Rasulullah saw meminta sahabatnya untuk berkurban kambing dengan memberikan uang 1 Dinar (1400 tahun lalu) dan sampai sekarang 1 Dinar masih bisa digunakan untuk membeli kambing.
tahun 2006 ketika anakku lahir dan mau aqiqah harga 1 ekor kambing 800ribu rupiah sudah dimasak, sekarang bisa 1.700.000 rupiah harga 1 ekor kambing yang sudah masak untuk aqiqah. padahal kalau dengan Dinar tetap saja 1 Dinar.
untuk asuransi pendidikan anak akan sangat lebih baik dengan Dinar karena lebih menjanjikan dan tidak tertipu atau diboongin. ketika 5 tahun lalu disodorin form asuransi oleh seorang teman sangat tertarik dan membuat kami (saya dan suami) untuk mengambil asuransi tersebut buat anak. betapa tidak biaya kuliah akan sangat mahal ketika tiba masanya fityan kuliah nanti (dilihat dari tabel asuransi tsb),namun ada saja halangan kami untuk ikut asuransi pun sampai sekarang.
kini kami tak lagi tergiur ajakan asuransi "biasa" saja, kami lebih tertarik asuransi berbasis Dinar.
kenapa Dinar?
hati-hati ketika bicara Dinar, karena dinar ini bukan dinar mata uang Irak atau bangsa lainnya, yang hanya menggunakan kata dinar saja tapi fisiknya masih kertas.Dinar disini adalah Dinar emas.
Dinar Emas sudah digunakan oleh Rasulullah Muhammad saw dan oleh Umar bin Khotob r.a ketika menjabat khalifah beliau menetapkan bahwa 1 Dinar adalah 4,25 gr dan 22 karat.
Dinar emas lebih perkasa dari rencana finansial atau investasi lainnya (hal 137). wooow membuatku tambah bersemangat untuk menuntaskan membaca buku ini.
ONH terus naik?
dengan Dinar terus turun!
tahun 1970 ONH hanya Rp.182.000
tahun 1988 (hampir 20 th setelahnya) ONH Rp.4.780.000
pada 1998, ONH senilai Rp.8.805.000
tahun berikutnya, 1999-2000 (setelah krismon) ONH menjadi Rp.21,5 jute
pada 2008,ONH menjadi Rp.32.400.000
2010 ONH menjadi 34 jute
katanya tahun ini ONH turun menjadi sekitar 30 juta rupiah
coba kita bandingkan dengan Dinar
penulis buku ini mengambil catatan tahun 1997 (sebelum terjadi krisis, ketika aku baru masuk kuliah) adalah 97 Dinar (harga Dinar ketika itu Rp.94.000)
kalo saja tahu Dinar lebih awal tentu ketika dulu kuliah aku mau menabung Dinar untuk berbagai macam keperluan saat ini, bayangkan hanya 94 ribu saja 1 Dinar nya, kini harga Dinar sampai aku ngetik tulisan ini Dinar di angka 2.259.867 rupiah. (berbahagialah dan bersyukurlah yang punya Dinar). jd iri sama adikku yang ketika menikah dulu (2004) maharnya dengan Dinar.
ONH tahun 2000 : 70 Dinar
ONH tahun 2003 : 50 Dinar
ONH tahun 2007 : 30 Dinar
ONH tahun 2010 : 22 Dinar (harga Dinar 1.500.000)
tahun ini (2011) perkiraanku HANYA 13 Dinar saja. (30 juta dibagi 1 Dinar (2.259.867)
bila kita punya tabungan Dinar hari ini sekitar 30 Dinar bisa berangkat haji berdua atau ONH plus langsung berangkat tanpa antreeeeeeeeeeee 5 tahun lagi.
subhanallah, ayooo menabung Dinar...