Hampir sepekan tidak ngeblog, sudah banyak perubahan,
al kahfi
sudah mengumunkan pemenang GA nya, eh saya kagak menang dapet buku
juga, alhamdulillah...trimkasih kahfi semoga Allah memberikan bulan yang
lebih baik
selama sepekan ini saya ngurus pindahan,
jadi so' sibuk lah. ini kali ke - 4 sejak tinggal di Jakarta tahun 2005
kami sekeluarga pindah lagi dan lagi, walaupun masih muter-muter sekitar
kalibata-pasar minggu.
 |
| ini bukan gue yang pindahan, hanya ilustrasi :) |
Bagi yang pernah pindahan rumah
pasti tahu rasanya pindahan...kebayang capek dan repotnya double,
pertama mengepak barang-barang, membereskan rumah yang akan ditinggal
pergi. Walaupun tidak punya banyak barang tapi ketika pindah ternyata
barang kita banyak. Maka untuk mengurangi barang harus dikurangi, yang
sekiranya barang tidak terlalu dipakai atau hanya sekedar koleksi maka
dialih fungsikan atau disedekahkan, jadi ingat postingannya Tia tentang
hoarding syndrome
VS Cleanaholic. Saya tipe Hoarding Syndrom sedang suami dan ibu saya
tipe Cleanaholic. Seru banget deh rebutan barang untuk disimpan dan
dialih fungsikan. Tapi perpaduan ini menjadi manis karena ada musyawarah
dan amal disana.
kedua, mesti naro barang lagi di rumah baru dan menatanya kembali...puih bener-bener perjuangan...
 |
| walau pindahan dan berantakannya rumah anak-anak tetap asyik bermain :) |
Sejak 2005 pindahan kali ini adalah pindahan yang
ke-5, seperti kucing beranak saja ya pindah-pindah, tapi ternyata bukan
saya saja yang mengalami pindah lagi dan lagi, ketika silaturrahim
lebaran Idul Adha kemaren ke rumah tetangga sambil pamitan hendak
pindah, si tetangga yang merupakan pensiunan saja selama hidupnya di
Jakarta mengalami pindah 7 kali sebelum menempati rumahnya yang
sekarang...saya dan suami terpana dan menjadi sedikit banyak menghibur
hati, memang untuk menemukan rumah yang cocok dalam segala hal tidak
mudah...
Banyak alasan kenapa pindah lagi dan lagi...
1.
Karena banyak tikus yang membuat banyak barang dirusaknya dan serasa
serumah dengan tikus...hiiii , saya pernah nulis tentang hewan satu ini
di sini
2.
Menghindari macet yang bikin stress suami dan Fityan, karena kejauhan
menuju tempat kerja dan sekolah mereka, sebenernya jarak Pasar Minggu
dan tempat mereka beraktivitas tidak terlalu jauh tapi karena macet
jarak yang dekat itu bisa menjadi sangat jauh terasa.
3.
Menemukan ketenangan hidup, tenang disini bukan berarti hidup tanpa
suara berisik, rumah yang ditempati sekarang lebih padat dari yang
ditinggalin kemaren dan so pasti berisik suara dari kanan kiri. Tenang
adanya di hati bukan di telinga, hahahah
4. berhubung masih
menajdi "kontraktor" memutuskan pindah menjadi lebih mudah, coba kalo
rumah sendiri gak mungkin setiap tahun pindahan kan
5. dll dll
Pindahan kali ini adalah pindahan paling heboh dalam hidupku...halah lebay ^_^, tapi itulah adanya...
Di
tengah orang pada sibuk memanfaatkan tanggal, bulan dan tahun yang
serba sebelas dengan hal yang serba romantis (ada yang lamaran, nikah,
dll) saya malah disibukkan dengan pindahan, ngurus STR dan SIP suami
yang ternyata sangat tidak mudah (maka berpikirlah seribu kali anak-anak
kalau mau menjadi dokter...hehehe), juga suami mesti ke luar kota
selama 3 pekan, otomatis saya menjadi penanggung jawab penuh (gak penuh
banget sih, karena tetap suami yang menjadi imam) dalam hal pindahan.
Karena suami mau keluar kota maka kami pindahan malam hari dan biar gak
keliatan juga berantaknnya barang-barang yang diangkut (seperti gambar
diatas), jam 12 malam baru kelar tapi belum kelar 100% karena lelah
sangat jadi disudahi dulu saja, anak-anak pun heboh "membantu" sampai
tengah malam.
November ini selain pindahan
agendaku juga bukan tidak longgar malah sepertinya karena akhir tahun
menjadi lebih padat, anak-anak juga Fityan di sekolahnya akan
mengadakan market day yang menuntut para orang tua ikut campur, Akifah
sibuk juga mau sekolah, maka saya pun sibuk cari sekolah untuknya.
Allah
tidak pernah tinggal diam mengurus hamba Nya, banyak bantuan yang saya
dapatkan dari keluarga yang pada jauh, dari Sekayu mereka terus memantau
dari udara (hahai lebay), dari Bandung ibuku bawa pasukan untuk
angkut-angkut. Subhanallah indahnya kekeluargaan...Jazakumullah untuk
umi, abi berdoa depan ka'bah agar dimudahkan urusan kami, adik-adikku
memberikan bantuan moril dan materil juga akang-akang yang menjadi
tukang angkut dadakan.
Sebelum memasuki rumah baru ini
mesti ngecet karena rumah sudah lama tak ditinggalin penghuninya, juga
air yang tidak mengalir mesti dipancing keluar, jadilah mencari ahlinya.
ternyata telepon rumah pun bermasalah, nelepon telkom katanya
jaringannya oke-oke saja maka berbekal "keahlianku" yang suka
ngotak-ngatik alhamdulillah telepon berdering lagi dengan hanya berbekal
obeng...
Tidak sampai disana saja perjuanganku di
rumah baru tanpa kehadiran suami disisiku...terasa deh kalau dirinya
tidak ada hidup serasa hampa kini, huhuy,masih ada lagi kehebohan...
malam
ketiga di rumah baru, listrik tiba-tiba jedleg (turun atau ngajepret
kata orang sunda mah), kaget lah, di keatasin lagi turun lagi turun
lagi, sampai jam 10 malam kami hidup dalam kegelapan, padahal lampu
tetangga nyala semua, sambil mencoba muhasabah (introsfeksi) saya
hubungi PLN. Alhamdulillah mereka datang segera dan memang ada kerusakan
di instalasi bangunan , bukan karena barang elektronikku yang
bermasalah, jadi mesti dibenerin di siang hari, ya sudahlah besok saja
yang penting malam ini tak terlalu gelap hidupku...^_*.
Tapi
lagi-lagi Allah memberikan kasih sayangnya tanpa diminta, saya dan
anak-anak dapat tiket liburan tiga per empat gratis (bayar dikit aja) ke
resto&pemancingan mang ajo di Karawang Barat (recomended banget nih
bagi yang belom pernah kesana), menjadi hiburan yang sangat menghibur
walau hujan tak dapat dicegah tapi mengasyikkan bisa menyaksikan
saudara-saudara lomba tarik tambang di beceknya tanah dan rintiknya
hujan.
 |
| ini lho getek di kawasang mang ajo |
Saya pun dapat doorprize untuk pasangan
suami istri (walau tak didampingi suami) dan hadiah keranjang cucian
kotor karena balapan lomba perahu getek, walau cuma juara ke 4 tapi
panitia baik banget kasih hadiah, trima kasih-trima kasih.
Setelah berlelah-lelah lomba maka waktunya makan,
kenikmatan yang tak bisa dihitung datang bertubi-tubi setelah kesusahan yang masih bisa dihitung dengan jari 5, alhamdulillah
 |
| kawasan mang ajo |
|
|
Ada banyak PR menanti (selain PR dari
Yunda dan
Nia
Angga), yaitu kenalan dengan tetangga baru, kemaren baru 9 rumah yang
terkunjungi sambil membawa putri ayu ketan hitam aseli bukan buatanku
^_*,tetangga baru dari berbagai profesi dan suku bangsa menjadi warna
baru dalam hidup
indahdan seneng banget punya tetangga, pengen ngamalin hadits ini :
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ :مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ
وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أًوْ لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ
يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ
يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ
[رواه البخاري ومسلم]
Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Siapa
yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik
atau diam, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia
menghormati tetangganya dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan
hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya (Riwayat Bukhori dan Muslim)
semoga bisa menjadi tetangga yang baik, amin
semua
gambar diambil dari google, gak sempat potrat-potret, riweuh :), hanya 1
punya saya itupun nyadar liat anak-anak lucu di tengah keriweuhan
emaknya mereka masih sempat main^_*