Senin, 14 Mei 2012

untuk jakarta demi syurga


tahukah?
kenapa dia begitu gigih 
tak kenal matahari menyengat
tak kenal bulan yang terlelap
saat ini
mengenalkan dua sosok
tokoh pilihan
untuk nanti 11 juli
karena hanya ingin Jakarta menjadi ibukota yang diidamkan semua
meskipun kaki terseok
perut terkadang minta diisi
suara serak
alhamdulillah masih banyak yang menerima dengan suka
hanya sedikit yang menerima dengan mulut pedas
tapi dia tetap mengetuk pintu
karena  yakin yang dijual adalah tokoh nasional, merakyat dan terpercaya
tahukah?
bahkan dia mesti mengeluarkan banyak rupiah
bukan untuk pamrih
bagi-bagi kue nanti bila menang
tahukah? 
dibayar berapa ?
sangat mahal

tak ada yang bisa membayar untuk itu semua
tak seorangpun
karena mahalnya
hanya Syurga  harapannya



bandung, mei 2012

Rabu, 02 Mei 2012

lupa bawa uang

pernahkah lupa bawa uang? bagaimana rasanya?apa solusinya?
sering kali saya lupa bawa uang atau cek dompet apakah ada uangnya atau tidak.kalo hendak pergi , ketika hendak bayar baru nyadar ternyata tidak ada uang yang cukup untuk membayar.

dari google
 beberapa hari lalu setelah melakukan perjalanan (jalan kaki) yang cukup panjang perut saya "rebanaan" tanda lapar, setelah celingak-celinguk akhirnya saya mampir  ke PJP (Pusat Jajan Pancoran) memesan semangkok bakso dan segelas air  mineral...alhamdulillah lumayan untuk membuang rasa lapar... hendak membayar dan ambil dompet tapi nihil tak menemukan  se-sen pun rupiah, mulai gelisah duh bagaimana ini. sambil melihat-lihat sekeliling saya bilang ke abangnya :"bang gak bisa gesek pake atm ya? ah wajah polos itu aneh, terang aja gak bisa non mau di gesek ke panci kuah bakso ?huahaha bang ini KTP saya, saya amblil uang dulu di ATM situ ya." "gak usah bu bawa aja KTP nya" jawab si abang bakso, gak apa saya titip KTP dulu ya sambil pergi antara gelisah, malu dan deg-degan ...duh untung mesin ATM nya aktif, coba kalo enggak apa kata si abang bakso.
kisah lainnya adalah waktu masih SMA dulu, setelah BIMBEL hendak pulang ternyata di tas gak ada dompet apalagi uangnya, jadilah kaki ini dipaksa berjalan, berjalan dari jl.sumur bandung sampai ke rumah di jl. tubagus ismail...hmmm lumayannnnnnnnn lemesnye :(

ada lagi, dulu semasa kuliah, begitu turun dari angkot kuning dan hendak membayar kutemukan dompet tak lagi berisi Rupiah yang ada hanya  selembar Real, dengan segala kerendahan hati kusodorkan uang Real pemberian bapakku itu ke bapak Sopir "maaf pak uangnya ini, mau?"...sambil senyum bapak sopir mengangguk...duh aduh lemesnya...

ada yang pernah kelupaan bawa uang juga kah?