Jumat, 11 Januari 2013

tambah umur , jatah hidup berkurang


والسلام علي يوم ولدت ويوم اموت ويوم أبعث حيا
 Kesejahteraan atas diriku pada hari aku dilahirkan, dan pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.QS . MARYAM:33

dari gugel

Kamis, 06 Desember 2012

SURAT CINTA UNTUK WANITA MULIA SE-DUNIA

Oleh : Mandira Bienna Elmir&Tatty Elmir.


Saudaraku, anakku  para Ibu, calon Ibu….dan wanita mulia sedunia.
Sengaja pesan ini ditulis dengan bahasa Ibu kami,
Karena Ibu..penguasa  kata-kata,
Karena kata-kata melahirkan bahasa…dan bahasa adalah masalah rasa.
Dan rasa itu pula yang kini menyatukan kita, dalam berita, airmata dan doa.
Ketika  para pemimpin  adi kuasa di luar sana,
Masih saja duduk bersekutu dalam koloni yang  mati  RASA.

Mohon maaf..kepada yang terhormat Ibu Condoleezza dan Ibu Hillary
Silakan minggir dahulu. Kalian berdua sungguh tak layak disebut ibu.
Karena Ibu adalah bahasa, dan bahasa  adalah RASA.

Entah kemana rasa itu,
Ketika kalian dengan wajah dingin tawar tak berasa,
Menatap foto balita yang ditembak serdadu zionis…..pas di kepala.
Darah dan otak balita itu berhamburan ke mana-mana,
Lalu diseka sang kakak yang juga kanak-kanak, kini dipaksa hidup sebatang kara.

Entah ke mana rasa itu….
Ketika Ibu yang tengah hamil 7 bulan menjadi target serdadu gergasi
Yang dengan pongah meneriakkan “Yes…One Shoot…two killed”.

Entah kemana rasa itu….
Ketika kalian berdua acuh tak acuh menatap gambar di televisi….
Puluhan bocah menjerit kesakitan dengan sekujur kulit melepuh,
Diterpa hujan bom fosfor,  di tengah reruntuhan rumah mereka
Yang kalian luluh lantakkan dengan aneka mesin perang durjana itu.

Entah kemana rasa itu kau gadaikan
Ketika engkau berdua menghantarkan rasa sakit bocah-bocah itu menjelang maut,
Dengan telunjuk kiri menghujat…”Mereka teroris…memang pantas mendapatkannya”.
Entah kemana rasa keperempuanan dua wanita yang tercitra terhormat
Tapi telah melepah kehormatan dirinya sendiri,
Dengan  bahasa indah bermahkota darah,
Menyebut pembunuh maha keji
sebagai korban yang hanya sekedar membela diri

Saudaraku, anak-anakku, para Ibu, calon Ibu…. dan wanita mulia sedunia.
Sengaja kami tulis pesan ini dengan bahasa Ibu kami,
Karena Ibu..adalah bahasa…dan bahasa adalah  rasa.
Dan rasa itu pula yang kini menyatukan kita, dalam berita, air mata dan doa.
Yang tak surut oleh upgrade status Palestina di perserikatan bangsa-bangsa,
Karena penindasan tidak lenyap serta merta
Gencatan senjata yang selalu dilanggar adanya
Akan terus mencerabut  paksa anggota keluarga dari orang yang dicinta.
Yang jenazahnya,  mereka sebut bilangan angka tak bernama.

Apa beda anak Palestina dan anak-anak di negara lainnya ?
Mengapa pasal pemenuhan hak  anak tak menyapa negeri ini ?
Mana "Save The Children" yang selama ini merdu didendangkan ?
Mana hak asasi yang selalu mereka diktekan ?
Mana…mana  keadilan yang katanya wajib ditegakkan?

Bukalah tudung hitammu itu anakku,
Sonsong mentari pagi…jelajahi dunia dengan nyanyian duka-cita ini.
Hidupkan lagi RASA, dan kobarkan kemuliaan dalam nurani yang menyala
Lawan kesaktian zionis dengan ke-dua belah tangan dan sepuluh jemari
di setiap kicauan dunia maya tak bertepi.
Jika doa sebagai selemah-lemahnya iman kau yakini.

Jika memang kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa,
Jika memang penjajahan di seluruh muka dunia harus dihapuskan,
Jika memang pembantaian atas warga sipil itu kejahatan,
Jika memang pembunuhan anak-anak itu di luar batas kemanusiaan

Maka …..Melangkahlah…
Nyanyikanlah teruuus…Kumandangkanlah lagi…
kumandangkanlah
Bahwa diam adalah mati.
Bahwa berani itu adalah hidup.

Teriakkan kepada dunia, teriakkaaan
Bahwa setiap tetes darah para syuhada
Yang jatuh tumpah di tanah Palestina
Akan menjelma menjadi darah juang baru
Yang datang menderu-deru dari seluruh penjuru
Itu takkan pernah ku ragu !.
*****

(Didedikasikan buat Malam Sastra Untuk Palestina
Dalam Rangka memperingati Hari HAM sedunia
Jakarta , 10 Desember 2012)

SOLIDARITAS SASTRA UNTUK PALESTINA

pengen datengggg

Jumat, 02 November 2012

kasir dan uang receh, korupsi terselubung

pinjem dari gugel

sering belanja di mini market ato bahkan super market? brapa nominal anda belanja? sebutlah 197.800 rupiah, brapa uang yang andas serahkan ke kasir? 200.000 rupiah, brapa kembaliannya? permen 1 biji? uang 200 rupiah ato tidak dikembalikan sama sekali?ato pak/bu 200 rupiahnya mau disumbangkan ke WHO?
yang terakhir aku setuju banget,tapi benarkah uang itu disumbangkan ke lembaga kemanusian yang disebut,apakah ada yang ngawasin?   tapi jika tiba2 uang 200 rupiah hilang, kesel banget, apalagi tanpa ngomong tanpa permisi tanpa permohonan maaf  si kasir langsung melayani pelanggan lain,kesel nya sebesar gunung gede, mau marah-marah gak enak, cuma ributin uang 200 rupiah katanya.


belum tentu konsumen ikhlas, bagaimana apakah berkah jadinya uang itu?

Minggu, 21 Oktober 2012

Waspada DIABETES

DARI GUGEL
kenapa tiba-tiba ingin menulis penyakit Diabetes ini, selama beberapa bulan belakangan memang saya menggeluti penyakit ini, tepatnya mendeteksi masyarakat yang terkena penyakit diabetes. dengan alat cek gula darah yang sederhana kita semua bisa melakukan sendiri tanpa harus ke laboratorium yang ada di puskesmas, rumah sakit atau bahkan laboratorium swasta yang bayarnya bisa mahhhalll.

dari sekitar 30 warga yang melakukan cek gula darah hampir dapat dipastkan 10% nya memiliki kadar gula darah yang tinggi (terkena diabetes). dan usia mereka rata-rata sudah berumur, lho wong yang dicek darahnya para lansia...wkwkwkw

Sabtu, 29 September 2012

catatan september

woooowww september hampir berakhir dan tak satupun tulisan yang ada di blog ini, huh berpeluh sungguh september kali ini, kunikmati sebagai bunga-bunga kehidupan yang banyak duri.

terlalu puitis

apa kabar semuaaaa...tak adakah yang merindukanku? geer? tidak, cuma aku yang rindu...hihihihi
sebenernya tidak meninggalkan dunia blog sama sekali, tiap hari ada beberapa yang  kubaca tulisan blogger tapi tak sempat untuk berkomentar apalagi untuk nulis di blog sendiri.

Kamis, 16 Agustus 2012

Ramadhan dan Akifah

Ramadhan sebentar lagi...sebentar lagi berlalu...hiks sedih, ya sedih karena banyak yang akan hilang, seperti ga lagi sholat taraweh, kalo sholat taraweh bisa kumpul bareng warga saling menyapa. sebelum berbuka saling berlomba memberikan ta'jil (makanan untuk berbuka), setiap kebaikan berlipat pahala dari Allah.

Mudah-mudahan tahun depan bisa ketemu lagi dengan Ramadhan, amin ya Robbal alamin

4 tahun lalu di Bandung sepekan sebelum Idul Fitri tiba Akifah anak kedua kami lahir, mmmm coba mengenang masa itu...mulas di perut udah dirasakan  setelah taraweh. saya udah bikin wasiat sama adik-adik (berhubung bapaknya calon bayi  lagi di kapal laut menuju Lampung jadi saya bikin wasiat hihihihih), adik ketiga yang menemaniku di ruang persalinan, adik ke 5 yang ngurus administrasi, ibuku aku titipkan Fityan anak pertamaku.